Have an account?

Impianku

Aku ingin menjadi bintang,walaupun redup tapi kan setia menyinari bumi,dan selalu tersenyum untukmu,menemani tiap malammu yang sepi.menemanimu walau awan menutupiku tapi percayalah bahwa aku ada di situ untukmu dan selalu tersenyum untukmu.

Kasian Tuh Kasih Makan Ikannya ^_^

Jumat, 04 Mei 2012

SKENARIO DIARY DEPRESIKU (Apridyta Rachma Aryani)


TOKOH
Tokoh utama             : Dias
Tokoh penengah       : Adik Dias
Tokoh Antagonis       : Kedua orang tua Dias

BABAK 1
Properti
1.    Kamar
2.    Alunan lagu Last Child
3.    Suara rintikan hujan
4.    Hand Phone
5.    Ranjang tempat tidur

Keadaan kamar yang sunyi senyap dan hanya terdengar suara rintikan hujan dari atas genting kamar dan gelegar petir yang menyambar. Alunan lagu last child sayup-sayup terdengar dari handphone yang diletakkan diatas tempat tidur. Suara tangisan dari seorang gadis (Dias) mulai terdengar, suara cacian orang tua yang sayup-sayup terdengar.
Alunan music     : “malam ini hujan turun lagi, bersama kenangan yang mungkin luka dihati, luka yang harusnya dapat terobati yang kurasa tiada pernah terjadi, kuinngat saat ayah pergi dan kami mulai kelaparan, hal yang biasa buat aku hidup dijalanan. . .”
Dias        : “ ke. . .ke . . .kenapa tuhan gak adil” (menghapus air mata yang menetes dipipinya)
Samar-samar terdengar suara cacian
Ibu Dias     : “ aku minta cerai!!!”
Dias        : (memperkeras suara dari handphonenya dan perlahan terlelap tidur)

*    *    *
BABAK 2
Properti
1.    Kamar
2.    Slimut
3.    Bantal ranjang tempat tidur
4.    Peralatan dapur
5.    Dapur
6.    Roti
7.    Pisau
8.    Hand phone
9.    Piring
10.    Sendok
11.    Makanan (mie goreng)
Pagi hari pukul 4 pagi, dikamar. Suasana sunyi senyap.
Dias    : ( membersihkan kamar, melipat selimut, menata bantal) “ paling tidak pagi ini aku tidak mendengar cacian mereka lagi”
Dias     : (berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk adiknya)
Dias    : (setelah sampai di dapur mengambil roti dan pisau)
Terdengar suara gaduh dari kamar orang tua Dias.
Dias     : (terkejut, meletakan pisau yang ada digenggamannya dengan cepat dan berlari kecil menuju kamar orang tuanya dan membawa adiknya yang berumur lima tahun ke kamarnya).
Dias     : (berjalan pelan sembari menggendong adik kecilnya itu).
Adik Dias     : (menatap Dias dengan wajah penuh tanya) “ada apa sih mbag?”
Dias    : “adek di kamar mbag Dias dulu ya, mbag Dias punya game bagus di hape mbag dan nanti mbag buatin sarapan buat adek, mau gak?” (tersenyum pada adiknya)
Adik Dias     : “mau mbag, mbag, cerai itu ap sih mbag?” (berteriakmkemudian terdiam).
Dias     : (menatap wajah adiknya dengan wajah sedih dan terkejut, kemudian terdiam)
Adik Dias     : “mbag?” (memanggil Dias dan menepuk punggung Dias)
Dias    : “ oh iya, yang pasti cerai itu tidak baik dan dibenci oleh tuhan, jadi kalau adek gak mau dibenci tuhan jangan melakukan hal yang dibenci itu ya sayang” (tersenyum pada iknadik kecilnya dan meletakkan adiknya di atas ranjang tempat tidurnya)
Dias    :”adik mau sarapan  apa?” (menatap adiknya dengan tersenyum).
Adik Dias    : “mie goreng kasih telur aja mbag” (tersenyum nyengir dengan memperlihatkan gigi ompongnya).
Dias    : (berjalan pelan menuju dapur dan sesampainya disana membuat mie goreng yang adiknya inginkan).
Beberapa menit kemudian. Keadaan orang tuanya masih sama dengan cacian yang sedari tadi terlontar dari mulut mereka.
Dias        : “ini mienya dek” (berjalan menuju kamar membawa sepiring mie)
Dias        : (berjalan perlahan, dan duduk disamping adiknya dan perlahan menyuapi adiknya)
Dias    : (melamun dan berfikir untuk tidak berangkat sekolah karena khawatir dengan adiknnya)

*    *    *
BABAK 3
Properti
1.    Kamar
2.    Peralatan kamar
3.    Ranjang tidur
4.    Bantal selimut
5.    Handphone
Waktu menunjukan pukul 15.00, Dias dan menemani adiknya di kamar Dias sembari bermain. Tiba-tiba terdengar suara cacian dari kedua orang tuanya
Adik Dias    : “mbag cerai itu apa sih?” (menatap Dias dengan wajah penuh tanya)
Dias        : (terkejut dan terdiam sesaat)
Adik Dias    :” mbag?” (memanggil kakaknya)
Dias        : “i.i.iya” (terkejut untuk kedua kalinya)
Dias    : “ adek cerai itu bukan hal yang baik jadi jangan ngomongin itu lagi ya..” (tersenyum pada adiknya dan mengusap kepala adiknya)



*    *    *
Babak 4
Properti
1.    Kamar
2.    Rak buku
3.    Album photo
4.    Bingkai photo
5.    Meja
6.    pisau
7.    ranjang tempat tidur
8.    bantal
9.    guling
10.    selimut
11.    kertas
12.    bolpoint
Bunda Dias    : “aku minta cerai atau aku akan bunuh diri!!!” (berteriak sangat keras)
Dias    : (duduk disudut kamar terkejut dan menangis dan melihat adiknya yang tidur disampingnya)
Dias    : (melangkah perlahan menuju rak bukunya dan mengambil album foto kenangan dia dengan orang tuanya, menangis, dan kemudian menata foto itu di sebuah bingkai besar dan meletakkanya di meja kecil disudut kamarnya)
Dias    : (menulis surat diatas meja kecil itu, dan meletakkan surat itu disamping bingkai foto yang telah ditatanya tadi)
Dias    : (membuka laci di meja kecil itu dan mengambil pisau kecil dari meja itu, kemudian perlahan menyobek pergelangan tangannya, berbaring di samping adiknya sembari memeluk adiknya dan mencium kening adiknya dan tak sadarkan diri)

*    *    *
BABAK 5
Properti
1.    Kamar
2.    Ranjang
3.    Bantal
4.    Gulling
5.    Peralatan dalam kamar
6.    Selimut

Pagi hari pukul 6 pagi,
Adik Dias    :”mbag, mbag Dias” (menangis, berteriak dn menggoncangkan tubuh Dias, dengan badan yang penuh darah Dias)
Bunda Dias    : (masuk kekamar Dias dan tidak berbicara apapun terkejut, dan membaca surat dari Dias dan menagis kemudian mebawa adik Dias pergi, sembari memeluknya)
Adik Dias : “mbag Dias pergi kesurga…” (berbicara dengan nada lirih)

END


APHRODITE



SCENE 1
Narator
Kehidupan ini sulit sekali dipahami dan dimengerti, kehidupan adalah sebuah skenario yang telah dibuat oleh Tuhan, dan Tuhan-lah yang paling mengerti, bagaimana jalan cerita kehidupan ini. Apakah akan lurus tanpa gelombang atau sebaliknya, yang penuh dengan gelombang dan batu-batu besar. Kehidupan yang penuh tanda tanya hanya bisa kita lalui tanpa mengerti alur cerita ataupun endingnya. Hanya bisa berharap akan keindahan dalam setiap perjalan, perjalanan keluarga, cinta, dan persahabatan.
Namun dilain sisi dalam dunia ini, kehidupan serasa tak adil bagi seorang gadis. Harapan serasa enggan untuk bermunculan dalam dunianya. Jalan penuh batu yang kini menggantikan segudang harapannya, air mata yang selalu menemani hari-harinya, dan perih luka dalam hati yang menyelimuti tubuhnya.
Jam dinding dalam sebuah ruangan menunjukan tepat pukul sebelas malam. Namun tanpa disangka disebuah ruangan yang gelap, hanya di sinari oleh nyala sebuah lampu yang sangat redup. Seorang gadis tengah duduk diatas sofa yang nyaman, berteman boneka beruang kesayangannya, selimut, dan sebuah bantal. Sebuah diary kecil yang tergeletak diatas meja dan sebuah pena kesayannganya sedari tadi tak tersentuh.
Gadis itu seakan tengah menunggu seseorang, namun entah siapa itu, karena berkali-kali ia melihat kearah pintu besar dihadapannya.
Aphrodite :    udah Jam sebelas, tapi kenapa ibu belum pulang ya? (sejenak melihat Jam dinding dibelakangnya, kemudian perlahan mulai meraih pena dan diary kesayangannya, dengan wajah sedih perlahan mulai mencoretkan sebuah kata-kata dalam diarynya).
Song :    (alunan pelan lagu last child-diary depresi).
Narator :    Dear diary, ketemu lagi sama gue ‘APHRODITE’ seorang gadis yang dilahirkan dari rahim seorang wanita, tapi tanpa seorang ayah, dan sampai sekarangpun gue nggak tau siapa bokap gue ataupun wajah bokap gue. Diary, moga aja lo nggak bosen  ngedengerin ocehan gue. Btw ngomongin tentang bokap, gue jadi inget cerita nyokap dulu. Kata nyokap waktu dia pendarahan mau ngelahirin gue, yang nolong malah para tetangga. Parah nggak tu? Kemana bokap gue? Bahkan Mama Eni, tetangga gue yang rela sampai saat ini ngebantu nyokap ngebesarin gue. Dulu saking penasarannya, gue pernah coba tanya sama nyokap tentang bokap gue, yah kalau nggak salah dulu kira-kira gue masih kelas enam SD, tapi jawabanya apa? Nyokap cuma bilang ‘udah gak cocok!’, dan saking penasarannya, gue tanya lagi tentang bokap gue, tapi hasilnya? Gue ditampar. Gue gak mewek waktu itu tapi cuma mengeluarkan air mata aja, hahahahaha.....
    Gue udah capek nginget kejadian itu lagi, tapi kenapa kejadian itu nggak bisa hilang dari pikiran gue, sekaranng gue nggak tau bokap gue ada dimana? masih hidup atau udah mati?! Lagian kalau dia masih hidup, palingan dia nggak inget pernah punya anak! Bayangin aja, emang dia rasa gampang hidup selama enam belas tahun tanpa kehadiran seorang ayah?!
Suara :    klik! (suara pintu yang dibuka oleh seseorang)
Aphrodite :    (dengan cepat menutup diarynya dan menaruh diary itu disampingnya, sejenak melihat kearah pintu, hanya diam, dan memalingkan wajahnya, diambilnya boneka kesayanngannya dan memeluknya).
Ibu Aphrodite :    (berjalan perlahan dan setengah terkejut melihat anakanya, berjalan  kearah Aphrodite memeluknya dan mencium keningnya) Odit kamu cepat tidur! Sudah malam, kamu sudah makankan? (Meletakkan tasnya diatas meja dan berjalan kearah kamarnya).
Aphrodite :    iya bu, Odit udah makan kok, malam bu! (mengambil selimut dan merebahkan tubuhnnya diatas sofa yang berada dibelakangnya).
Ibu Aphrodite :    malam.... (berjalan tanpa memandang anakanya, masuk kekamar dan menutup pintu).
Song :    (alunan lagu hanya satu pintaku – mocca).

SCENE 2
Narator
    Udara pagi yang sejuk serasa mengobati hati yang telah terluka perih, indahnya mentari yang bersahabat dengan kicauan burung seakan seperti alunan lagu yang sangat harmonis, ditambah desiran angin yang berbisik sangat lembut disela-sela telinga. Senyuman bahagia menyambut pagi dengan alam yang begitu indah.
    Alam kini saling bersahabat, sedang bercanda bersama menyabut indahnya pagi ini. Indahnya persahabatan seakan mampu menutup berjuta perih yang pernah dirasakan, hanya senyuman yang kini dapat terukir dan bukan air mata.
Keadaan ruangan yang sangat tenang, terdengar suara kicauan burung dan desiran angin yang terdengar seakan seperti alunan lagu. Seorang lelaki (Jemy) tengah tertidur dan bersandar diatas meja, dengan wajah terlelap dan seragam yang lusuh.
Tiba-tiba seorang gadis (Aphrodite) masuk dengan membawa sepatu ditangan kanannya, dan tas ransel ditangan kirinya.
Aphrodite :    just get up!!! (berteriak dan menendang pelan lelaki yang ada dihadapanya).
Jemy :    (perlahan mulai membuka mata secara pelan dan mengusap matanya, memandang Aphrodite dengan mata sayu, dan tersenyum jail).
Aphrodite :    buruan bangun Jemy!!! (berteriak dan kembali menendang pelan kaki Jemy).
Jemy :    ya...ya... pelan-pelan donk (perlahan mencoba berdiri dan masih mengusap matanya).
Aphrodite :    ya udah, lo tunggu diluar aja, gue mau pake sepatu dulu... (menyodorkan sepasang sepatu didepan wajah jemy).
Jemy :    buru!!! Kelamaan gue tinggal!!! (menyingkirkan sepatu yang ada didepan wajahnya, dan berjalan keluar dengan wajah kusut).
Aphrodite :    (duduk diatas sofa dan memakai sepatunya, selesai berjalan keluar dan menghampiri Jemy)
Aphrodite &Jemy :    (berangkat sekolah dengan naik sepeda masing-masing).


SCENE 3
Narator
    Persahabatan yang diukir secara perlahan dan penuh cinta seakan seperti bunga-bunga yang bermekaran dimusim semi. Aroma harum yang meneduhkan hati. Persahabatan tak perlu kekayaaan ataupun kesombongan, tapi persahabatan perlu cinta dan kasih sayang.
    Tak terdengar lagi suara kicauan burung, kini digantikan dengan suara bising ocehan siswa sekolah Odit dan Jemy. Diparkirkannya sepeda Odit dan Jemy diparkiran sepeda. Mereka berjalan pelan keruang kelas.
    Hari ini adalah hari terakhir tes semester disekolah mereka, Jemy dan Odit berjalan kekelas mereka, tanpa disangka, dua orang pengawas sudah masuk dan sedang membagikan soal pada siaswa-siswa.
Aphrodite :    Tok! Tok! Tok! (mengetuk pintu dengan perlahan dengan wajah gugup dan tersenyum pada pengawas).
Jemy :    (hanya menunggu dibelakang Odit dengan wajah waswas).
Aphrodite :    permisi bu...(tersenyum dan memasang wajah waswas).
Jemy :    permisi bu...(berjalan dibelakang Odit dan tersenyum nyengir pada pengawas).
Pengawas 1 & 2 :    (memandang Odit dan Jemy dengan wajah tidak senang dan mengangguk).
Aphrodite :    (duduk disampingLuna, adik kelasnya dan meletakkan tempat pensil, kartu test dan penggarisnya diatas meja).
Luna :    bisa nggak sih sehari aja gak terlambat? (menatap Odit dengan tatapan sinis).
Aphrodite :    (hanya diam dan membalas tatapan Luna dengan mata melotot).
Luna :    (menundukan kepala dan mengerjakan soal).
Aphrodite :    (melihat dan membaca soal kemudian membuka contekan yang dia tulis dibalik rok sekolahnya, diatas pahanya).
Luna :    (memandang Odit dan geleng-geleng kepala dengan wajah sinis).
Aphrodite :    (memukul lengan Luna sagat keras sehingga kedua pengawas mendengarnya).
Pengawas 1 :    ada apa ini? (dengan nada sinis dan memandang wajah Odit dan Luna).
Aphrodite :    Luna nih bu... ehmm maksa-maksa saya suruh ngliatin jawaban depan (berkata dengan gugus sambil memandang Luna).
Luna :    (memandang Odit dengan wajah terkejut dan gugup) maaf bu... (memandang pengawas dengan lemas dan kemudian memandang Odit dengan sinis).
Pengawas 1 :    jangan diulangi lagi! (dengan nada keras dan berjalan meninggalkan Odit dan Luna).
Pengawas 2 :    waktu yang tersisa tingal 40 menit lagi! (berjalan mengelilingi anak-anak sembari melihat Jam tangannya).
Suara :    toet! toet! You,ve got new massage! Yahoowwwww!!! (Suara handphone Odit yang berada disaku rok sekolahnya).
Pengawas 1 & 2 :    (berjalan kearah Odit, pengawas 2 meminta handphone Odit dan menyerahkannya padapengawas 1, kemudian membaca massage di handphone Odite).
Aphrodite :    (memberikan handphonenya kepada pengawas 2 dengan wajah gugup dan tertunduk).
Siswa-siswa :    (memandang kearah Odit).
Luna :    (tersenyum bahagia melihat Odit yang gugup).
Pengawas 1 :    sms dari luvly Lano (dengan suara keras sehingga seluruh siswa di kelas itu mendengar dengan jelas dan dengan wajah sinisnya).
Aphrodite :    (mendongakkan kepala dan terkejut).
Pengawas 1 :    pacar kamu? (dengan wajah penuh tanya menatap Odit).
Aphrodite :    (menggelengkan kepala pelan dan dengan kepala masih tertunduk).
Pengawas 1 :    Dit, nomor dua satu sampe tiga puluh dong... plisss, urgent banget nih.. (dengan nada bicara keras) selesai mengerjakan soal tolong kamu keruang BP ya...oh iya jangan lupa kamu ajak luvly Lano mu itu ya...(berbicara dengan nada yang sedikit lebih rendah, namun masih terdengar oleh seisi kelas dan berjalan pelan meninggalkan Odit).
Aphrodite :    (menganggukan kepala pelan dan kembali mengerjakan tugas).

SCENE 4
Narator
Kenangan indah tak akan mungkin dengan mudah dapat terlupa bahkan kenangan gila dengan seoranng sahabat atau orang yang dicinta sangat sulit dan tak akan pernah terlupa, seakan tak ingin kehilangan semua kenangan yang telah tersimpan rapi dalam sebuah memory dalam diri.
Ingin selalu tertawa, menangis, dan meridukannya ketika mengingat semua, karena kenangnan, kita hidup dan karena kenangan kita dapat mengukir warna dalam sebuah kehidupan dan mengerti makna sesungguhnya didalam kehidupan.
Odit dan Lano melangkahkan kaki mereka dengan pelan kearah ruanng BP, ruangan itu seakan horor bagi mereka, karena tatapan mata mereka seakan tak berkedip melihat ruangan itu dan wajah ketakutan yang sedari tadi mereka perlihatkan.
Lano :    Tok! Tok! Tok! (Lano mengetuk pintu perlahan dan menatap seisi ruangan BP dan tersenyum nyengir).
Aphrodite :    (hanya diam berjalan dibelakang Lano dan memenggang erat ransel Lano).
Pengawas 1 & 2 :    (tersenyum sinis pada Odit dan Lano).
Aphrodite & Lano :    (duduk dibangku yang berada tepat didepan guru BP, Bu Catherin, dengan wajah pucat dan perasaan waswas diwajah mereka berdua dan kepala tertunduk sedari tadi).
Bu Chaterin :    so, Lano, coba kamu beri saya alasan kenapa kamu menanyakan soal ujian kepada Odit lewat sms (berbicara dengan nada lembut tetapi tegas,pandangan lurus kearah Lano).
Lano :    ehmmmm...pertama-tama saya minta maaf dulu, bu. Ini memang kesalahan saya. Odit nggak salah apa-apa bu, kan saya yang kirim sms ke Odit, bu? (lano menjelaskan padabu Chaterin dengan nada terbata-bata dan kepala masih tertuntuk.Beberapa saat sempat memandang wajah guru Bpnya).
Bu Chaterin :    itu urusan nanti sayang,... sekarang jawab pertanyaan ibu dulu, kenapa kamu memintajawaban Odit lewat SMS (masih dengan nada lembut dan mengulangi pertanyaanya).
Lano :            (hanya terdiam).
Bu Chaterin :     ya sudah untuk saat ini saya beri toleransi kepada kalian, ibu tidak akan memberi hukuman kepada kalian dan tidak akan memberi tahu kepada guru yang bersangkutan, asalkan kalian mau janji kepada ibu untuk tidak mengulanginya lagi (berbicara dengan sangat jelas).
Pengawas 1&2 :    (memasang wajah tidak senang dan tersenyum sinis).
Aphrodite & Lano :    (bersamaan mendongakkan kepala dan tersenyum, kemudian merundukkan kepala lagi dan mengangguk bersama secara perlaan dan berjalan keluar dari ruang BP) terima kasih bu....

    SCENE 5
Narator
    Persahabatan, bukan ada ketika mereka butuh kita dan akan pergi ketika kita butuh mereka, tetapi sebuah persahabatan adalah kita selalu ada ketika mereka butuh kita dan mereka selalu ada ketika kita butuh mereka.
    Menerima sisi negatif dari satu sama lain dan bersama membuat kekurangan menjadi sebuah kelebihan persahabatan. Bukan sebuah imajinasi tapi sebuah keajaChikadengan sebuah persahabatan.
    Di parkiran sekolah terlihat sepi hanya sekilas satu, dua orang yang berlalu lalang. Karena sebagian besar anak disekolah sudah pulang. Didepan parkiran semua anggota RAG sedang duduk menunggu kedatangan Lano dan Odit, kecuali Tira. Tira datang bersamaan dengan datangnya Lano dan Odit.
Aphrodite & Lano :    (berjalan berdua dari arah kanan RAG).
Tira :            (berjalan sendiri dari arah kiri RAG).   
Chika:            lo berdua kemane aje sih!!! Guekan mau bareng lo, No! (dengan wajah memelas).
Jingga :        he,eh! (menggangguk tanda setuju dan wajah penuh tanya).
Lano :            gue sama Odit dari ruang BP lagi (dengan wajah santai).
Jingga :        hah! Gila lo Dit!!! Ko bisa gitu?! Tapi nggak di DO-kan?! (dengan wajah penuh tanya, panik dan memegang pundak Odit dengan kuat, pandangan menatap tajamwajah Odit).
RAG :            (wajah terkejut mendengar perkataan Lano, mulai mendekati Odit).
Aphrodite :        (terkejut melihat Jingga dan mencoba melepaskan genggaman tangan Jingga dipundaknya).
Jemy :            heh! Mendingan ceritanya entar aja di rumah gue sambil makan bakso mang Hasan! Dari pada lo semua kegerahan disini! Yang penting sekarang Lano sama Odit kagak kenapa-kenapa? Yukakh cabut! (dengan wajah bosan, mengipas-ngipaskan tangan dibadan dan memengangi perut yang kelaparan).
RAG :         (pergi mengikuti Jemy).

    SCENE 6
Narator
    Tak mampu mengerti arah cerita Tuhan, sebuah persahabatan yang sangat menyatukan banyak insan, perlahan mulai hilang dan berganti menjadi titik-titik cinta dan kasih sayang.
    Tak mampu mengatakan atau mungkin tak menyadari dan tak ingin menyadarinya. Hanya ingin besama dan tak ingin terluka, tapi juga tak ingin berlangsung tanpa arah. Mencoba berjalan dengan perlahan mencari makan sesungguhnya.
    Semua anggota RAG sedang duduk didepan teras rumah Jemy, sambil makan bakso Mang Hasan dan bercerita tentang kejadian yang Odit dan Lano alami tadi. Sesaat mereka tertawa karena mendengar cerita dari Odit dan Lano.
Jingga :        lo sih, No! Make nanya-nanya lewat sms segala! Kasian kan Odit, hampir aja di DO dari sekolah! (berteriak memandang Lano dengan wajah menyalahkan Lano, dan tangan yang memegang Odit pelan).
Lano :            ya deh gue yang salah,maafin gue ya, Dit.... (wajah bersalah meminta maaf pada Odit dan tersenyum memohon, tangan memohon).
Aphrodite :        it’s ok kali, No! Emang guenya aja yang bego, udah tau ujian tapi handphone nggak gue silent...(berkata dengan wajah santai dan tersenyum manis pada Lano, kemudian mencubit Jingga dan tersenyum paksa padanya).
RAG :            (hanya diam melihat pertengkaran itu dan makan bakso dengan tenang).
Tira :             heh! Dari pada lu pade main salah-salahan, gue tarik kesimpulan aja ya... kalau yang bego tu kalian berdua, udah tau kalian berdua salah, masih aja salah-salahan, kan yang bingung jadinya gua! (berbicara dengan wajah menyalahkan Lano dan Odit).
Aphrodite & Lano :    (bersamaan menjitak kepala Tira).
Jingga :        udah sore, balik yuk! (melihat jam tangan dan mengajak pulang anggota RAG).
RAG :         yuk, dah sore gini! (mengiyakan ajakan Jingga, mengambil tas masing-masing, mengajak anggota lainnya, dan berjalan pulang).
Aphrodite :        gue pulang ntar, kasian Jemy kalo ditinggal, ntar malah nangis. (meledek Jemy dan tersenyum jail pada Jemy).
Jingga :        kita balik dulu Jem, Dit! (berteriak, berpamitan pada Jemy dan Odit sembari melambaikan tangan).
    Beberapa saat setelah RAG pergi
    Masih diteras rumah Jemy, Odit dan Jemy duduk berdua dan ngobrol berdua. Sembari menatap matahari terbenam.
Jemy :            so,masih berjuang nyari tau siapa bokap lo?! (bertanya pada Odit dengan pandangan masih mengarah pada langit).
Aphrodite :        yeah...but please, jangan ngomongin itu sekarang (memasang wajah tidak suka dengan pertanyaan yang dilontarkan Jemy).
    (Keadaan diam sesaat)
Aphrodite :        Jem, apasih yang lo rasain waktu ngejalanin hubungan sama seorang cewek? Lo anggep apa sih cewek itu sebenarnya? Kok kayaknya lo gampang banget gonta-ganti cewek, dan nggak ada sedih-sedihnya tiap kali abis putus sama cewek. (bertanya dengan wajah penuh tanya dan memandang Jemy sangat lekat).
Jemy :            Odit, let me tell you! Cinta itu berotasi. Berputar, bergantian. Bisa pindah kemana aja. Kesiapa aja. Ketika lo nemuin orang yang bisa bikin lo nyaman, maka itulah cinta lo. Cinta adalah orang yang bisa bikinkita yakin bahwa kita bisa berbagi sama dia. Cinta adalah orang yang bisa nerima kita apa adanya.cinta adalah orang yang bisa nerima kita walau kita udah nemuin cinta-cinta lain. Dan wanita-wanita itu adalah cinta-cinta gue, jadi menurut gue cinta abadi itu bull shit, nggak ada dalam hidup gue. Yang ada adalah cinta sejati. Dan cinta sejati adalah nadi, saat lo kehilangan sebuah cinta, maka lo bisa temuin banyakcinta lain diluar sana. Tapi ketika lo kehilangan cinta sejati lo, urat nadi lo. Lo bakalan mati, nggak bisa hidup lagi. Cinta sejati adalah orang yang bisa menghentikan rotasi itu, dan akan berhenti tepat dihatinya. Cinta sejati gak usah dicari, karena akan datang dengan sendirinya. (dengan wajah santai, dan perlahan menata wajah Odit dan nyengir dengan bangga).
Aphrodite :        wow, keren kata-kata lo tentang cinta. Sekarang cinta sejati lo siapa? (bertanya dan memandang Jemy dengan wajah penuh tanya dan tatapan penasaran).
Jemy :            lo mungkin....(menjawab dengan asal dan tersenyum jail pada Odit).
Aphrodite :        (memandang Jemy dengan tatapan tajam dan bertanya-tanya)
Jemy :            iya, jadi kan selama ini gue nyaman sama lo, lo juga, buktinya nempel mulu sama gue. Lo juga bisa nerima gue apa adanya, gue juga. Kita saling berbagi. Kurang apa coba... (tersenyum jail pada Odit).
Aphrodite :        (memasang wajah sangat terkejut) dasar bego! Buruan anterin gue balik, lama-lama malah nglantur kemana-mana (berdiri dan menyeret Jemy).
Aphrodite &Jemy :    (jalan pulang kerumah Odit berdua).

    SCENE 7
Narator
    Tak ingin menghapus semua kenangan indah ini, tak ingin kehilangan hal manis dalam hidup ini. ingin menyimpannya selalu dalam memory kenangan dalam diri walau semua seorang diri, dan tak kan terlupa sampai nanti.
    Bukan sepi, bukan tangis, dan bukan perih, tetapi ini adalah senyuman indah dari sang mentari ketika menyambut pagi nan sunyi. Membawa bunga menyambutnya dalam dekapan sebuah, persahabatan....
    Keadaan kelas dengan banyak siswa sedang berkumpul didalam kelas dan mendengarkan radio yang dibawa oleh salah seorang siswa, mereka seperti menunggu sesuatu.
    Aprhrodite dan Jemy penasaran dan berjalan dengan langkah senang mendekati segerombolan anak itu, dan ikut mendengarkan apa yang mereka dengarkan. Namun tak ada seorangpun yang menyadari akan kedatangan Aphrodite disela-sela mereka.
Penyiar 1 :        oke, kembali lagi nih bareng kita, Ajeng dan Dyta di Prambos, 107.1 FM.
Penyiar 2 :        tadi udah kita dengerin welcome song dari Smash. Selalu bersama. Ya bagi orang-orang yang punya sahabat atau bahkan cinta mungkin yang gak bisa lepas dan maunya selalu bersama,
Penyiar 1 :        oke, oke lanjut ja nih, taukan sekarang waktunya buat apa?
Penyiar 2 :        curhat dong Jeng....
Penyiar 1 :        yupz bener banget nih sekarang waktunya untuk curhat bareng kita nih,..
Penyiar 2 :         ya kalau yang mau pada curhat sama kita call aja ya di 081234567890 oke, kita tunggu nih...
Penyiar 1 :        wah udah ada yang telvon ke kita nih... oke siapa disana?
Jingga :        Jingga nih kak... (menelvon dengan handphonenya).
Penyiar 2 :          oh hai Jingga....
Jingga :        hai juga kak (menjawab dengan penuh semangat).
Penyiar 1 :         duh rame bener nih kayaknya, Jingga lagi dikelas ya?
Jingga :        iya nih lagi pada dengerin prambos semua...
Penyiar 2 :          wah ada acara apa nih, kok kayaknya rame banget, sampe pada ngumpul semua, seru banget nih....
Jingga :        soalnya pada mau denger cerita paling hot buat pagi ini yang baru kejadian di sekolah gue, It’s SMANSA (dengan nada senang).
Penyiar 1 :        iya ayo buruan cerita kayaknya asik banget nih....
Jingga :        iya nih, anak-anak di sekolah juga udah nunggu banget...
Penyiar 2 :        so cepetan dong ceritain, bakal asik nih kayaknya....
Jingga :        jadi ada temen gue yang namanya Aphrodite, panggilanya Odit, dia baru aja ketiban sial,... (dengan nada menggebu-gebu)
Penyiar 1 :        emang ketiban sial gimana?
Jingga :        dia itu baru aja berantem sama anak kelas satu gara-garanya si Luna tuh gak sengaja nabrak dia waktu di lorong kelas satu, hm sampe mental gitu...
Penyiar 2 :        ya ampun jadi gara-gara dia mental itu makanya dia ngomel-ngomel gitu...
Jingga :        yupz and you kno what?! Gara-gara mental itu roknya sobek panjaaaaaang banget...dan sampe sekarang kayaknya dia gak sadar gitu...
Aphrodite        (melihat keadaan belakang roknya) Jingga!!! (berteriak dan mencoba menutupi bagian roknya yang sobek)
Siswa-siswa :        tuh orangnya...(menunjuk kearah Odit ketawamelihat Odit).
Penyiar 1 :        ya ampun! Odit, eh Jingga, pasti si Odit baru nyadar ya?! Tereaknya kenceng banget, gila!
Jingga :        iya kayaknya sih gitu, hm yaudah gue mau nenangin Odit dulu biar gak shock....hahahahhaha....!!! (menutup handphonnya).
Penyiar 2 :         oke deh Jingga, moga aja lo gakkena semprot ya sama si Odit, and buat Odit sabar ya Dit, ok udah puas kan ketawa denger cerita dari anak-anak smansa yang bocor banget, kayaknya tambah seru nih kalo kita denger lagu dari sheila on 7, kita...
Song :            (Sheila on 7 – Kita).
Aphrodite
& Jingga:        (berjalan pergi meninggalkan ruangan kelas)
Siswa-siswa :        (dengerin lagu dari radio, ngumpul bareng).

    SCENE 8
Narator
    Tak salah jika seorang menyimpan sebuah cinta, tapi apakah salah jika cinta itu muncul dari sebuah persahabat.apa semua rasa cinta akan menghancurkan tali pertemanan. Rasa sedih selalu menghantui ketika dia berbica tentang orang lain, selain diri kita.
    Tapi bagaimana harus melangkah lagi, hanya bisa diam dari seribu bahasa, tersenyum walau pahit terasa, menangis dan menutupi semua.
    Keadaan didepan kelas anak-anak RAG sedang asik berkumpul, ada yang sedang tiduran dilantai.
Tira :            Jing, beli makanan dulu gih di koprasi biar ada cemilan dikit (berbicara sambil tiduran memandang langit-langit).
Jingga :        sial banget sih lo, kan udah gue bilang jangan panggil gue dengan sebutan itu, ntar orang nyangka nama gue anjing... (dengan wajah super sebel).
Tira :            lagian punya nama ribet banget, udah buruan beli cemilan... (mengelus-elus perutnya)
Jingga :        ogah banget, lo kira gue pembokat lo...(dengan wajah super jutek).
    (Diam sejenak).
Jingga :        Jem, cewek lo siapa sekarang...? (dengan wajah penuh tanya).
Jemy :            (berjalan mendekat kearah Jingga, duduk disampingnya, dan merangkulnya) Jingga sayang, gue tau kok dari dulu itu lo nyimpen rasa kan sama gue? Gue bakal ngasih hadiah buat lo karena lo setia banget nunggu gue... (mendekatkan wajahnya kewajah Jingga).
Jingga :        (Menutup mata dengan perasaan dan wajah takut).
Jemy :            hahahahaha.... (ketawa tepat didepan wajah Jingga).
RAG :            hahahahaha... (ketawa keras melihat perilaku Jemy dan Jingga).
Jingga :        (menundukan kepala dan meneteskan air mata).
Aphrodite :        Jem, Jingga nangis tuh... (dengan wajah kaget).
Jemy :            Jingga, gue kan Cuma bercanda, maafin gue. Sebagai permintaan maaf gue, gue traktir di kantin deh.... (memohon dengan wajah memelas).
Tira :            gue juga Jem! (dengan nada memohon).
Jemy :             lo bayar sendiri.. (dengan wajah jutek).
RAG :        (pergi meninggalkan Odit sendiri di UKS).
    (Selang beberapa saat).
Lano :            (berjalan ke arah Odit) sendirian lo...? (melihat kesekeliling).
Aphrodite :         yupz seperti yang lo liatkan, anak-anak pada kekantin...(dengan wajah santai memandang luar UKS).
Lano :        gak ikut lo?! (ikut melihat sesuatu diluar UKS).
Aphrodite :        (menggelengkan kepala)  pengen di sini aja, capek gue...
Lano :            Gissela... (menatap tanpa kedipan) dari dulu gue suka banget sama dia.. ya udah mau gue samperin dulu akh... (berlari meninggalkan  Odit).
Lano & Gissela :    (terlihat sedang asyik bicara).
Aphrodite :        (terkejut mendengar perkataan Lano).
Jemy :            (berjalan kearah Odit dengan cepat)  cemburu ya? (dengan nada usil).
Aphrodite :        (menggelengkan kepala).
Jemy :            udah gak usah bohong sama gue, gue tau kok, and gue bakal diem kok... (dengan senyuman jail).
Aphrodite :        sok tau(dengan wajah jutek).
Jemy :            gue itu temen lo sejak lama, bahkan dari jaman masih dalem perut nyokap kita, jadi gue tau lo ... (mengusap rambut Odit).
Aphrodite :        hehehehehe....jangan bilang-bilang lo... awas aja sampe ember.... (tertawa nyengir ke arah Jemy).

    SCENE 9
Narator
    Biarkan cinta yang bicara akan semuanya, seperti air yang mengalir, percaya akan semua pada waktu yang akan membawa aliran air ke muara yang sangat indah,. Dengan sejuta impian dan sejuta senyuman.
    Tetapi terkadang sesuatu hal yangburuk akan membuat hilang rasa cinta yang telah terukir cantik didalam hati, sulit untuk terobati.
    RAG sedang duduk-duduk didepan rumah Jemy, tiba-tiba Chikadatang dengan membawa tas ransel besar.
Chika:            Jem, gue nginep dirumah lo ya? (kata Chikamemohon).
Jemy :            yup, no problems...ada masalah lagi lo ma bokap lo, (dengan santai dan tersenyum).
Chika:            (meneteskan air mata dan menganggukan kepala).
Aphrodite :        gue tau kok rasanya jadi lo... (merangkul Chika).
Jemy :             ya udah gak usah dipikirin lagi, kita nyanyi-nyanyi aja (mengambil gitar dan dengan RAG bernyanyi bersama).
Song :            (Sheila On 7 – Sebuah Kisah Klasik).

    SCENE 10
Narator
    Tak mengerti dengan yang terjadi, kini si itik perlahan menjadi seekor angsa putih cantik, keterpurukan tak lagi menghantui, namun semua yang terjadi bagaikan mimpi. Baju lusuh kini berubah menjadi gaun warna-warni secerah indahnya mentari. Ingin rasa hati melompat tinggi. Namun tetap saja keraguan selalu menemani hari-hari sepi.
    Malam ini sangat sunyi, Odit masih duduk diatas sofa sedari tadi, Jam dinding menunjukan pukul setengah dua belas malam, namun sama sekali tidak dia hiraukan. Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara.
Suara :        klik! (pintu dibuka dan ibu Odit masuk dengan wajah pucat dan lesu).
Ibu Aphrodite :    malam sayang,...! (tersenyum dan berjalan mendekati Odit, memeluknya dan mencium keningnnya).
Aphrodite :        malam bu,.. (dengan wajah terkejut).
Ibu Aphrodite :    (mengambil bungkusan berisi gaun didalam tas kerjanya dan memberikannya pada Odit).
Aphrodite :        (dengan wajah bingung) apa ini bu? (membuka bungkusan itu).
Ibu Aphrodite :    (merangkul Odit) itu gaun, temen kantor ibu ada yang jual dan ngasih potongan harga, makanya ibu beli buat kamu, pasti kamu cantik banget waktu pake itu.(tersenyum pada Odit).
Aphrodite :        (tersenyum bahagia dan memeluk ibunya)  makasih ya bu...
Ibu Aphrodite :    (membalas pelukan Odit dan tersenyum) iya sayang, kamu pasti cantik pakai itu, pakai aja watu ulang tahun Jingga, pasti kamu jadi wanita tercantik disana...
Aphrodite :        (melepas peluka ibunya) iya bu... bu besok ambilin raport Odit ya?
Ibu Aphrodite :    (mengangguk dan berjalan memasuki kamar).

    SCENE 11
Narator
    Rasa sakit mulai menghantui ketika masa lalu yang menyakitkan kembali tanpa disangka-sangka, ingin menghapus rasa yang ada tapi percuma. Hanya rasa sesal dan benci yang menghantui.
    Teriakan hati berubah menjadi tangis. Sangat perih. Ingin pergi menjauh tapi kenapa semua penyesalan berjalan menghampiri.
    Keadaan diluar kelas Odit denngan banyak wali murid yang menunggu giliran untuk mengambilkan raport milik mereka. Ibu Odit yang sedang berbicara dengan seorang lelaki,membuat Odit merasa penasaran dan menguping pembicaraan mereka.
Ayah Odit :        maafkan aku Amanda, karena kau telah meninggalkanmu dan anak kita, aku malu dengan keadaanku saat itu. (dengan wajah menyesal).
Ibu Aphrodite :    (hanya bisa menangis dan tertunduk tak menyadari kedatangan Odit).
Aphrodite :        (dengan wajah terkejut mendengar semuanya).
Aphrodite :        (berjalan balik arah dan mengambil air comberan kemudian berjalan kembali dan mengguyurnya pada lelaki didepan ibunya).
Ayah Odit :        (terkejut dan melihat bajunya)  apa-apaan kamu....
Ibu Aphrodite :    Odit.... (dengan wajah terkejut dann membantu lelaki itu membersihkan bajunya dengan sehelai tisu).
Luna :        (melangkah mendekat dan terkejut dengan semuanya) Odit apa-apaan sih lo? Nyiram bokap gue, gue tau lo benci sama gue, tapi gak gini caranya. (dengan wajah marah).
Ayah Odit :        (terkejut) Aphrodite, kamu Aphrodite.....
Aphrodite :        (dengan wajah marah)  iya gue Aphrodite! Anak yang selama ini lo sia-siain! Ini gue... anak lo udah segede ini.. dan gue yakin pasti ini pertama kalinya lo liat anak kandung lo sendiri kan? (membentak penuh amarah).
Ayah Odit :        nak maafkan ayah (dengan wajah lesu).

    SCENE 12
Narator
    Kini semua telah terungkap, kesedihan kini mulai berubah menjadi canda tawa. Semoga kenyataan yang ada tak sekedar harapan semata, karena semakin lama rasa lelah menyapa karena permainan kehidupan.
    Berharap dan yakin yang hanya bisa dilakukan saat ini. tersenyum dan menghapus semua tangisan yang ada.
Ayah Odit :        maafkan ayah ya sayang... (membelai rambut Odit).
Luna :        aku sayang kamu, kakakku..
Luna & Aphrodite :(berpelukan).
Ayah& ibu :        (tersenyum).



    SCENE 13
Narator
    Ingin rasa hati mengungkap sejuta rahasia didalamnya tetapi mulut ini sangat sulit menerima semua yang terjadi, sulit untuk membukanya walau itu perlahan. Teriakan dalam hati yang telah menggebu itu tak dihiraukan. Sepasang mata mengungkap semua kebenaran. Namun kenapa cinta tak menyadarinya.
    Dengarlah kata cinta dalam hati ini, mengertilah rasa yang sulit kau pahami, dan berikan setitik cahaya akan cinta sejati.
    Pesta yang sangat meriah merayakan ulang tahun Jingga, RAG datang bersamaan dan dengan meriah merayaka ulang tahun Jingga, tiba-tiba Jemy menarik tangan Odit dan mengatakan sesuatu pada Odit.
Aphrodite :        lo kenapa sih Jem? (dengan wajah penuh tanya).
Jemy :            gue cuma mau ngomong kalau gue..... gue sayang sama lo Dit...(dengan nada terbata-bata).
Aphrodite :        gue juga sayang sama lo (dengan nada bercanda)
Jemy :            gue beneran sayang, hhmmmm maksut gue cinta Dit.... (tertunduk malu).
Aphrodite :        (dengan pandangan tajam pada Jemy).
Jemy :            gue sadar selama ini yang gue sayang cuma lo....(masih tertunduk)
Aphrodite :        gue juga beneran cinta sama lo, gue sadar kalo selama ini gue sayang cuma sama lo, lo selalu ada buat gue, nerima gue apa adanya. Dan Lano, gue juga sadar kalo gue Cuma sekedar kagum sama dia, dan gak lebih...(tersenyum pada Jemy).
Aphrodite &Jemy :    (berpelukan dan Jemy mencium kening Odit, setelah itu mereka berjalan kearah kerumunan pesta).
Narator
    Kini sang angsa putih telah menemukan muara yang sangat indah dimuka bumi ini. bersama berjuta bintang yang mengitarnya dan berjuta bunga yang bernyanyi bahagia dengannya. Menunggu mentari yang akan tersenyum ramah padanya.
    Semua sudah bukanlah impian tetapi sebuah kenyataan yang indah dengan sejuta senyuman dan harapan untuk masa depan, bersama dekapan cinta, kasih sayang keluarga, dan persahabatan.

-END-



Sebuah Kenyataan (Apridyta Rachma Aryani)


Otak ini mampu...
Mampu berfikir tentang cara menutupi semua
Sehingga semua tak terlihat
Bibir ini mampu...
Mampu tersenyum
Sehingga semua mengira baik-baik saja
Mulut ini mampu...
Mampu mengucap kebohongan
Sehingga semua tak sadar atas kebenaran
        Kaki ini mampu...
        Mampu melangkah kesebuah pilihan
Tapi bukan pilihan dari hati
Bahkan hatipun mampu...
Mampu membohongi dirinya sendiri
Sehingga hidup dalam sebuah sandiwara
        Tapi...
        Mata ini...
        Ternyata tak mampu...
        Tak mampu menutupi...
        Menutupi air mata yang mengalir
Mengalir karena sebuah kesedihan

Satu Pintaku (Apridyta Rachma Aryani)



Air mata ini ...
Sekali lagi temani air hujan yang mengguyur bumi
Tapi air mata ini seakan mengguyur hati
Mengguyur hati yang tersayat belati
Dan menambah perih

Dingin udara malam
Menambah dingin hati
Yang telah kehilangan sesuatu
Yang dinamakan “perasaan”

Sampai saat ini aku tak mengerti makna sesungguhnya
Semua hanya terbalut perihnya kenangan
Yang sangat ingin aku lupakan
Andai diberikan satu permintaan

Aku hanya ingin...
Lupa ingatan...

Air Mata Seekor Itik Kecil (Apridyta Rachma Aryani)



Aku...
Itik kecil yang baru lahir

Aku sudah kehilangan indukku...
Yang bisa aku lakukan hanya mencoba berjalan
Walau aku tak mampu

Aku...
Itik kecil yang meneteskan air mata...

Aku...
Itik kecil yang mencoba untuk berdiri mencari indukku...

Aku...
Itik kecil yang coba bertahan hidup...

Aku...
Aku ingin tahu siapa indukku...
Itik yang hanya bisa berharap
Agar kelak menjadi seekor angsa...

Annissa, “Bersama Anak Si Penjual Kue”


Terlihat dari kejauhan, seorang gadis yang sedang berjalan dengan langkah pelan. Berjalan dengan seragam lusuh dan sepatu yang sudah berlubanng, dia berjalan dibawah teriknya sinar matahari dan terus membasuh keringat yang bercucuran yang sudah membekas pada jilbabnya.
Berjalan dengan perlahan, sesekali terjatuh karena kelelahan, tetapi terus saja berusaha berdiri untuk segera kembali kerumah.
Tanpa disangka disisi lain seorang gadis kecil melihatnya dengan mengendap-endap.
 
“Nis, apa yang kamu lihat?” tanya seseorang mengejutkan gadis itu.
 
“tidak ada apa-apa, Dar” jawab gadis itu dengan tersenyum kecil pada temannya yanng bernama Dara.
 
“oh kamu sedang melihat anak penjual kue itu, sudahlah ayo pergi Nis” ajak Dara.

                                                                                                                *    *    *

 
“berapa kue yang kamu antar, Sar?” tanya pemilik toko pada Sara.
 
“dua puluh, bu” jawabnya dan tersenyum ramah pada pemilik toko.
 
Tiba-tiba Dara, teman sekelas Annissa dan Sara datang kewarung itu bersama dengan teman-teman lainnya.
 
Dara dan Annissa adalah anak orang kaya, namun Dara sangat tidak suka dengan Sara, karena Sara adalah anak orang miskin. Berbeda dengan Dara Annissa tidak pernah membeda-bedakan orang yang menjadi temannya
 
“oh, ada anak penjual kue ternyata...!” seru Dara.
Mendengar perkataan Dara, Sara hanya pergi meninggalkan Dara dan menangis.
 
Dipertengahan jalan, tanpa sengaja, Sara menabrak Annissa. Annissa terkejut melihat Sara yang tengah menangis.
 
“ada apa Sar?” tanya Annissa pada Sara.
 
“Dara memngejekku lagi, kamu pasti juga akan menertawakan aku juga kan Nis, kamu kan anak orang kaya, sedangkan aku hanya anak penjual kue saja” kata Sara dan masih terus terisak.
 
“tidak Sar, aku ingin berteman denganmu” ucap Annissa pelan dan tersenyum.
 
                                                                                                           *    *    *
   
 
‘kring...,kring...,kring...,!!!’ bel masuk sekolah berbunyi, dengan cepat diletakkanya tas lusuh milik Sara dibangkunya, tanpa diduga oleh Sara, Annissa berpindah tempat duduk dan duduk denganya.
 
“selamat pagi anak-anak” ucap bu Indah, wali kelas Annissa.
 
“selamat pagi ibu guru” jawab murid-murid dengan serempak.“anak-anak, hari ini kita akan menyusun kelompok kerja untuk praktek membuat kerajinan dari sisa barang yang tidak terpakai, kelompok berjumlah lima 

orang-orang dan kalian boleh memilih sendiri teman-teman kalian, baik mengerti semua?!” tanya bu guru.
 
“mengerti bu!” jawab murid-murid serempak.
 
Karena hasutan dari Dara, semua anak satu kelas tidak mau berkemlopok dengan Sara. Dia kerjakan tugas itu sendiri. Perlahan dilangkahkannya kaki Annissa ke arah Sara yang sedari tadi duduk dan tertunduk.
 
“Sar, bolehkah aku berkelompok denganmu?” tanya Annissa.
 
“apa kau tidak malu Nis, satu kelompok dengan anak orang miskin seperti aku” jawab Sara dan masih tertunduk sepertiakan meneteskan air mata.
 
“Nis, kamu satu kelompok denganku saja, jangan mau kamu satu kelompok dengan anak miskin penjual kue itu” seru Dara.
 
“tidak Dar, aku sudah satu kelompok dengan Sara” jawab Annissa dan tersenyum.
 
Dara hanya memandang Annissa dengan wajah marah. Kini Sara hanya ditemani Annissa, tapi baginya itu lebih dari cukup. Tersenyum melihat Annissa yang ingin berkelompok dengannya.
 
Berbeda dengan Sara dan Annissa, kini kelompok kerja Dara melebihi yang diperintahkan oleh wali kelasnya. Namun sikap Dara pada teman-temannya kurang baik sehinnga banyak yang tidak suka dan pergi berpindah kelompok dengan Sara.
 
 “Rara itu kayunya direkatkan dengan lem, Bagus, cuci dulu itu bathok kelapanya” ucap Dara seakan seperti pemimpin yang harus selalu menang dan berkuasa.
 
“Dar, kamu juga kerja, inikan tugas kelompok kenapa kamu hanya bisa menyuruh kami dari saja” Ucap Rara mengingatkan Dara.
 
“Sudahlah kerjakan, jangan banyak omong!” kata Dara pada Rara.
 
“aku keluar dari kelompok! aku ingin semua anggota bekerja sama bukan malah seperti ini” ucap Rara dan pergi meninggalkan kelompok Dara.
 
Dan selang beberapa menit, seluruh anggota kelompok Dara pergi meninggalkan Dara karena tidak suka dengan sikap buruk Dara terhadapap mereka, dan ternyata semuanya lebih memilih berkelompok dengan Annissa dan Sara.
Kini Dara hanya sendiri, dia kerjakan tugas itu sendiri tetapi semuanya sia-sia, tugas yang dia kerjakan tidak menjadi yang dia harapkan.
Akhirnya dia terdiam dan menyadari semua kesalahannya, dia salah dengan Sara Annissa, dia sadar bahwa dia selalu iri dengan merela dan itu perbuatan yang tidak baik.
 
Tiba-tiba dilihatnya Sara berjalan menghampiri Dara dan tersenyum padanya, Dara sungguh terkejut melihatnya.
 
“Dara, mau sekelompok denganku” ucap Sara mengajak Dara dan tersenyum.
 
“Sara maafkan aku, aku sudah memperlakukan kamu secara buruk” ucap Dara meminta maaf pada Sara.
“sudahlah, yang lalu jangan diingat lagi, kita semuakan teman” jawab Sara, tersenyum pada Dara.
 
“nah kalau seperti inikan enak, kita semua bisa berteman tanpa memandang dari sisi apapun” ucap Annissa, mengagetkan Sara dan Dara.
 
Akhirnya Annissa, Sara, dan Dara berteman dan Sara juga sudah memaafkan semua perilaku Dara sebelum Dara meminta maaf pada Sara.


                                                                                                     *    *    *

 “janganlah senang meredahkan orang lain, karena belum tentu orang lain itu serendah apa yang dipikirkan, selalu mendoakan orang yang benci dengan kita agar Allah menyedarkannya, dan jangan sekali-kali membalas perlakuannya dengan lebih dari yang dia perbuat, karena Allah sangat membencinya”

-TAMAT-




Jumat, 23 Maret 2012

Rahasia Dirimu Dibalik Tulisan Tanganmu


Dunia ini sangatlah besar dan luas, banyak sekali  makhluk yang menghuni. Seperti halnya manusia sebagai salah satu penghuni dunia, manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Namun antara manusia satu dengan manusia lain tidaklah sama, walau mereka kembar identik. Karena mereka memiliki beberapa ciri pada diri mereka yang membuat mereka berbeda. Entah itu dari cara berfikir, kegemaran, segi fisik, tulisan tangan, dan masih banyak yang lain.
Dari segi tulisan tangan. Faktanya, sampai saat ini belum ditemukan manusia yang memilliki tulisan tangan yang sangat identik walaupun itu dari dua orang yang kembar identik secara fisik, hal ini menimbulkan banyak anggapan yang bermunculan mengenai penyebab ketidak samaan tulisan tangan manusia. Baik dari mulut ke mulut, media cetak, media elektronik, bahkan sampai dimuat dalam dunia maya.
Pasalnya, tangan kita hanyalah sebagai media untuk memegang alat tulis saja. Gaya tulisan yang ada bukan sepenuhnya berasal dari tangan kita, namun juga berasal dari pikiran bawah sadar kita. Tulisan tangan seseorang memiliki tingkat kejujuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan mulut kita, seperti halnya ketika kita mengungkapkan beberapa hal tentang diri kita. Dapat dikatakan bahwa sebuah tulisan tangan bisa menjadi alat untuk mengetahui potensi yang belum keluar, tulisan tangan juga sebagai pengungkap perasaan emosi penulis atau karakter penulis.
Karakter setiap manusia dalam dunia ini berbeda-beda, seperti halnya tulisan tangan. Karakter, berasal dari bahasa Yunani yaitu charaktêr, karakter menurut kamus besar adalah sebagai kompleks sifat mental dan etika menandai seseorang, namun pada dasarnya karakter adalah siapa diri kita sebenarnya?.
Pembentukan karakter seseorang yang dapat dikatakan berlangsung sangat lama, merupakan gambaran suatu lingkungan dimana diri kita dibesarkan dan hasil dari perhatian orang-orang disekitar kita.
Banyak orang beranggapan bahwa penentu keberhasilan seseorang adalah dari karakter seseorang itu, banyak upaya yang dilakukan manusia untuk mengubah karakter buruk demi kelangsungan keberhasilan mereka.
Namun tahapan pertama yang harus mereka lakukan adalah mengenali diri mereka terlebih dahulu. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengenali diri atau karakter seseorang, salah satunya dengan metode tullisan tangan.
Tulisan tangan, mungkin bagi kebanyakan orang di negara kita ini, metode tulisan tangan belum sepenunya dikenal dalam lingkungan masyarakat. Tapi nyatanya metode ini banyak digunakan oleh beberapa negara maju yang ada di dunia. Dan sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu oleh para ilmuwan China, metode ini biasa disebut dengan grafologi (analisis tulisan tangan).
Australia, sebagai contoh negara yang menggunakan metode ini, menerapkanya pada Pengadilan Tinggi mereka sebagai alat untuk menganalisis kejahatan dari tulisan tangan seseorang.
Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang ada, saat ini ilmu grafologi (analisis tulisan tangan) dapat dipelajari oleh siapa saja dengan sangat mudah, banyak sekali media yang memuat cara-cara penilaian karakter dari tulisan tangan seseorang.
Walaupun tidak secara menyeluruh, namun informasi tentang penilain karakter melalui tulisan tangan yang dimuat di media-media tergolong sangat membantu masyarakat. Setidaknya mereka dapat membantu mengenali diri mereka sendiri dan beberapa orang disekitar mereka.
Tahapan penilaian karakter seseorang dari tulisan tangan mereka, seperti halnya dapat dinilai melalui tekanan ketika menulis, bentuk huruf pada tulisan, kemiringan tulisan, naik turunnya tulisan, dan masih banyak penilaian tulisan dari segi yang lain.
a.       Tekanan
Tekanan ketika menulis seseorang teernyata juga berpengaruh akan penilain karakter seseorang. Penilaian dapat dilihat dari kuat atau ringannya tekanan  tulisan seseorang, yang dapat dilihat dari bekas goresan dibalik kertas.
Apabila tekanan terlihat sangat kuat, sehingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas, maka seseorang itu cenderung memiliki emosi tinggi, terlalu mendali perasaan mereka (baik saat bahagia ataupun sedih), mereka juga pribadi yang di ibaratkan seperti spon yang cepat menyerap apapun, memiliki selera yang sangat tinggi dalam segi apapun, memiliki sifat yang sangat tegas dan keras, memiliki keinginan yang sangat kuat sehingga cenderung sering memaksakan orang lain untuk memaksakan kehendak mereka agar keinginan yang mereka miliki cepat tercapai, sifat yang kaku yang sering mereka perlihatkan pada orang lain, sehingga sering mendapatkan kesulitan diri dalam pergaulan.
Sebaliknya, apabila tekanan tulisan terlihat sangat ringan. Menandakan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian yang tenang dan santai dan bertoleransi tinggi sehingga dengan mudah menguasai pergaulan dalam lingkungannya, namun cenderung sulit mengambil sebuah keputusan didalam kehidupan yang ada dan mudah terpengaruh oleh orang lain.
b.      Keiringan Tulisan
Apabila tulisan tangan seseorang lebih cenderung miring kekanan, menandakan bahwa seseorang yang memiliki tulisan tangan tersebut memiliki emosional aktif yang sangat mudah terpengaruh oleh suasana yang ada, sangat senang bergaul dengan lingkungan sekitar tanpa melihat dan memilih-milih seseorang yang sedang bergaul dengannya, sangat ramah sehingga mudah diterima dalam lingkungan sekitar, sangat senang dengan hal baru dan juga sebuah tantangan.
Namun, apabila tulisan tangan seseorang lebig cenderung miring kekiri, menandakan bahwa seseorang yang memiliki tulisan tangan tersebut, lebih senang menutup diri mereka sendiri dibandingkan untuk memperlihatkan sisi-sisi diri mereka. Lebih berfikir logis ketika akan melakukan suatu tindakan.
c.       Ukuran Tulisan
Dilihat dari segi ukuran sebuah tulisan tangan, bagi orang yang memiliki tulisan tangan yang besar, maka orang tersebut memiliki kepribadian yang cenderung buruk, karena seseorang itu lebih senang diperhatikan, didengarkan, dan tampil di depan dibandingkan harus melakukan kebalikannya.
Namun, bagi orang yang memiliki tulisan yang kecil, cenderung lebih suka memperhatikan, dibandingakan diperhatikan, pendiam, dan juga mandiri.
d.      Tullisan Kecil dan Bulat
Tulisan tangan seseorang yang cenderung kecil, bulat, dan huruf-hurufnya tertata dengan rapi, memiliki kepribadian yang lebih memperhatikan diri, dan senang melakukan sesuatu hanya untuk diri sendiri.
e.       Tulisan tegak Lurus
Bagi orang yang memiliki gaya tulisan seperti ini, cenderung dapat mengontrol diri mereka sendiri dan dapat menahan perasaannya, namun tidak suka diatur dalam kehidupannya.
f.       Sering Menggunakan Huruf Kapital (Huruf Besar)
Tulisan yang sering menggunakan huruf besar, menandakan bahwa pemilik tulisan membutuhkan pengakuan dari orang lain. Orang tipe ini cenderung suka dipuji.
g.      Panjang Spasi
Spasi adalah indicator dari hubungan seseorang dengan lingkungannya. Spasi yang ideal berjarak kira-kira 1 huruf m atau 2 huruf n. jarak spasi yang teratur antar baris dan kata menunjukkan kecenderungan anak yang stabil, rapih, dan mampu bersosialisasi dengan baik.
h.      Margin (Lebar Garis Tepi)
Keseluruhan margin yang baik dan teratur menunjukkan kecenderungan anak memiliki nilai estetika, tujuan yang jelas dan kosisten karena margin adalah indicator bagaimana seseorang menata hidupnya.
o   Margin kanan yang sempit menunjukkan anak tidak takut untuk maju ke masa depan dan tidak memaksakan kehendak.
o   Margin atas  lebih dari satu senti meter menunjukkan rasa rendah hati dan perhatian pada orang lain.
o   Margin kiri satu senti meter dan teratur lurus menunjukkan sifat mau maju dari masa lalu, peduli terhadap orang lain dan baik hati.
i.        Bentuk Huruf Akhir
Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah:
o   Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
o   Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan, disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
o   Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila perbuatannya memang salah.
Penjelasan diatas adalah sebagian kecil cara penilaian karakter seseorang dari berbagai ciri tulisan tangan manusia, hal ini juga dapat membuktikan bahwa manusia memilliki tulisan berbeda begitupula karakter mereka.
Gaya tulisan tangan yang mereka miliki adalah sebagai sarana manusia untuk mengungkap semua perasaan yang belum terungkap atau masih terpendam. Tulisan tangan berupa hasil seseorang dibesarkan, memperlihatkan bagaimana mereka dibesarkan dan dilingkungan apa mereka dibesarkan.
Dengan demikian, jika kita mengubah bentuk tulisan secara permanen, kita harus mengubah format cara berpikir kita. Jadi, yang dianalisis adalah bentuk, bukan isi tulisan, karena isi tulisan cenderung dapat direkayasa. Analisis tulisan tangan bisa dianalogikan dengan sidik jari dan DNA yang merupakan sesuatu yang unik dan berbeda bagi setiap orang.
Jadi seperti yang dijelaskan diatas bahwa tangan kita hanyalah sebagai media untuk memegang alat tulis saja. Gaya tulisan yang ada bukan sepenuhnya berasal dari tangan kita, namun juga berasal dari pikiran bawah sadar kita. Tulisan tangan seseorang memiliki tingkat kejujuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan mulut kita, seperti halnya ketika kita mengungkapkan beberapa hal tentang diri kita. Dapat dikatakan bahwa sebuah tulisan tangan bisa menjadi alat untuk mengetahui potensi yang belum keluar, tulisan tangan juga sebagai pengungkap perasaan emosi penulis atau karakter penulis.

Apridyta Rachma Aryani
(XI Bahasa / 02)